Kamis, 19 April 2012

Laporan Praktikum kimia "kalor pembakaran"


LAPORAN PRAKTIKUM
“ KALOR PEMBAKARAN”
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktikum
Mata Kuliah : Kimia Dasar 2
Dosen Pengampu : Kartimi M.Pd











Disusun oleh :
FATIKAH RAHMA DEWI
NIM : 14111610017
Kelompok I
Tarbiyah/IPA Biolgi-B/2
Asisten Praktikum :
1.   Dewi Fortuna
2.   Ahmad Khaerudin

KEMENTRIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI
CIREBON
2012
KALOR PEMBAKARAN

       I.            TUJUAN

Menentukan nilai dari pembakaran pada lilin dan spirtus.

    II.            DASAR TEORI

Kalor pembakaran adalah kalor yang dilepaskan atau diserap oleh pembakaran 1 mol unsure atau senyawa diberi symbol ∆Hc (C=Combustion).
Kalor adalah suatu bentuk energi yang diterima oleh suatu benda yang menyebabkan benda tersebut berubah suhu atau wujud bentuknya. Kalor berbeda dengan suhu, karena suhu adalah ukuran dalam satuan derajat panas. Kalor merupakan suatu kuantitas atau jumlah panas baik yang diserap maupun dilepaskan oleh suatu benda.
Kalor didefinisikan sebagai sebagai energy panas yang dimiliki oleh suatu zat. Secara umum untuk mendeteksi adanya kalor yang dimiliki oleh suatu benda yaitu dengan mengukur suhu benda tersebut. Jika suhunya tinggi maka kalor yang dikandung oleh benda sangat besar. Begitu juga sebaliknya jika suhunya rendah maka kalor yang dikandung sedikit. Dari hasil percobaan yang sering dilakukan besar kecilnya suatu kalor yang dibutuhkan suatu benda(zat) bergantung pada 3 faktor yaitu massa zat, jeni zat(kalor jenis), perubahan suhu (purnomo 2008).
Reaksi suatu  zat dengan oksigen disebut reaksi pembakaran.  Zat yang mudah terbakar adalah unsur karbon, hidrogen, belereng, dan berbagai senyawa dari unsur tersebut.  Pembakaran dikatakan sempurna apabila :

Ø  Karbon  (C) terbakar menjadi CO2
Ø  Hidrogen (H) terbakar menjadi H2O
Ø  Belereng (S) terbakar menjadi SO2
 III.            ALAT DAN BAHAN
           
A.    Alat
1.      Neraca Ohaus
2.      Gelas kimia
3.      Thermometer
4.      Kaki tiga
5.      Statif
B.     Bahan
1.      Lilin
2.      Bunsen
3.      Korek api
4.      Air


 IV.            PROSEDUR KERJA

Kalor pada pembakaran lilin.
1.      Massa lilin ditimbang
2.      Pada gelas kimia diisi dengan 50 ml air.
3.      Diukur suhu awal air dengan thermometer (t1).
4.      Rangaki alat seperti pada gambar.
5.      Dinyalakan lilin.
6.      Diukur suhu air dengan  thermometer hingga suhu melebihi 20oC dari suhu awal air (t2 ).
7.      Pada alat suhu air telah mencapai kenaikan 20oC, lilin segera dimatikan. 
8.      Lilin setelah pembakaran ditimbang

Kalor pada pembakaran spirtus.
1.      Ditentukan massa spirtus.
Massa spirtus =  188-123,8
                      = 64,2 gram
2.      Pada alat dirangkai seperti pada percobaan yang pertama dengan menggunakan pembakaran spirtus.
3.      Ditentukan suhu awal pada air. Suhu air pertama = 280C
4.      Dinyalakan spirtus pada bunsen.
5.      Diamati suhu air tunggu hingaa 500C
Suhu air kedua = 500C
6.      Ditimbang kembali masa spirtus setelah pembakaran.
Massa spirtus kedua = 183-123,8 = 59,2 gram
Rumus spirtus = C4H10

    V.            HASIL PENGAMATAN

Diketahui :
a)      Massa lilin awal = 19 gram
b)      Massa kalor jenis air = 41,8 gram
c)      Massa air = 200 ml
d)     Massa lilin setelah dibkar massa air = 16,2 gram
e)      Suhu awal air = 280C
f)       Suhu akhir air = 500C
g)      Mr lilin = 352
h)      Mr spirtus = 58


1.      Mencari kalor pembakaran lilin

      Lilin = C25H52
         Mr = 352
q = m . c . ∆t
               = 200 . 4,184 . 22
              = 18,409 joule



2.      Mencari panas yang dilepaskan lilin

Gram lilin = Mawal – Makhir
                          =  19 – 16,2
                   = 2,8
                
                =  
                = 0,007
                   = 7.10-3




   =
   = 2,629 joule
3.      Mencari kalor pembakaran spirtus

Spirtus = C4H10
Mr = 58
q = m . c . ∆t
   = 200 . 4,184 . 22
   = 18,409 joule
4.      Mencari panas yang dilepaskan spirtus

Gram spirtus =
Mawal – Makhir
           =  64,2 – 59,2
       = 5
      
            =
          = 0,086 mol
           = 86.10-3 mol
          =
            = 214058 joule
            = 214,058 Kj


 VI.            PEMBAHASAN

Dari hasil praktikum dan analisis data diatas, yang dilakukan pada praktikum kalor pembakaran pada spirtus dan lilin. dengan penentuan mencari kalor pembakaran pada lilin dan kalor pembakaran pada spirtus. Pada kalor pembakaran lilin dicari massa lilin awal sebelum pembakaran dengan cara ditimbang, kemudian rangkai alat dengan disiapkan volume air dengan 200 ml air, dan ukur suhu awal air dengan thermometer kemudian nyalakan lilin dengan diukur juga kenaikan suhu yang terjadi pada kalor pembakaran lilin hingga 500C dan timbang lilin setelah selesai pembakaran. Dan dihasilkan nilai kalor pembakaran lilin sebesar 18,409 J dengan menggunakan rumus q= m. c . ∆T, pada harga kalor yang dilepaskan lilin sebesa 2,629 KJ , kalor yang dilepaskan pada satu mol.
Kemudian pada kalor pembakaran spirtus, ditentukan massa spirtus dengan cara ditimbang sebelum terjadi pembakaran, massa spirtus 64,2 gram. Rangkai alat seperti pada percobaan pertama, dengan lilin diganti menggunakan pembakara spirtus dan tentukan suhu awal pada air dengan suhu 280C kemudian amati perubahan suhu yang terjadi sampai 500C. setelah itu ditimbang kembali massa spirtus yang setelah pembakaran dengan nilai 59,2 gram. Dengan rumus spirtus C4H10.
Pada proses kalor pembakaran lilin dan kalor pembakaran spirtus terjadi peristiwa kalor yang dilepaskan atau diserap dalam pembakaran. dimana  pada kalor pembakaran spirtus terjadi pembakaran kalor yang cepat dikarenakan massa spirtus lebih besar dari massa lilin. Dan begitu pula sebaliknya pada kalor pembakaran lilin dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk melepaskan pembakaran. Dan dihasilkan perbedaan nilai dari masing-masing tiap kalor pembakaran dimana harga kalor pembakaran yang dilepaskan pada spirtus adalah 214,958 KJ.


VII.            KESIMPULAN

1.      Percobaan pertama, pada kalor pembakaran lilin dapat disimpulkan, dengan pelepaan dalam satu mol kalor, membutuhkan kalor sebanyak 2,629 Joule. Dengan memanaskan 200 ml air.
2.      Percobaan kedua, pada kalor pembakaran spirtus dapat disimpulkan, terjadi pelepasan kalor dalam satu mol dengan membutuhkan 214,058 KJ, untuk memanaskan 200 ml air agar terjadi kenaikan suhu menjadi 500C.

DAFTAR PUSTAKA

Ø  Sudarmo unggul.2007. ” kimia”. Ciracas Jakarta : PT. Phibeta aneka gama.
Ø  http : // www.chem-is-try.org/materi kimia / termokimia.
Ø  Tim kimia dasar. 2009. Penuntun praktikum kimia dasar 2. Surabaya : jurusan kimia FMIPA UNESA.
Ø  Purba, Michael. 2006. Kimia. Jakarta : Erlangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar